Lewati ke isi

!TEMPERATURE

Penentuan temperatur node yang digunakan untuk analisis tegangan termal

Parameter

READRESULT = Jumlah langkah hasil dalam analisis konduksi panas.
             Jika ditentukan, temperatur dibaca secara berurutan dari file hasil analisis konduksi panas, dan baris kedua serta seterusnya diabaikan.
SSTEP      = Nomor langkah pertama tempat hasil analisis konduksi panas mulai dibaca (default: 1)
INTERVAL   = Interval langkah untuk membaca hasil analisis konduksi panas (default: 1)
READTYPE   = STEP(Default) / TIME
             Jika TIME ditentukan, waktu analisis konduksi panas dan analisis tegangan termal disinkronkan (nilai INTERVAL diabaikan,
             dan temperatur ditentukan melalui interpolasi linear antara hasil analisis konduksi panas tepat sebelum dan sesudah waktu analisis saat ini).

Jika analisis konduksi panas merupakan analisis transien yang menggunakan kenaikan waktu otomatis dan hasil dikeluarkan pada waktu tertentu menggunakan !TIME_POINTS, READTYPE=TIME harus ditentukan karena interval langkah keluaran tidak lagi konstan.

** Baris kedua dan seterusnya **

(Baris kedua) NODE_ID, Temp_Value
Nama Parameter Atribut Isi
NODE_ID I/C ID node atau nama grup node
Temp_Value R Temperatur (Default: 0)

Contoh Penggunaan

!TEMPERATURE
  1, 10.0
  2, 120.0
  3, 330.0
!TEMPERATURE
  ALL, 20.0
!TEMPERATURE, READRESULT=1, SSTEP=1